PROSIDING
https://jurnalalmarisah.inbitef.ac.id/index.php/prosiding
<p>Prosiding Seminar Nasional Kefarmasian merupakan suatu terbitan berkala yang dipublikasikan oleh Fakultas Kesehatan, Universitas Almarisah Madani. Prosiding ini berisi kumpulan hasil penelitian yang telah diseminarkan sebagai kontribusi yang dihasilkan para peneliti dalam seminar tersebut. Prosiding ini terbit 1 (satu) kali dalam setahun.</p>id-IDPROSIDINGLiteratur Review: Analisis Minimalisasi Biaya Antibiotik pada Pasien Demam Tifoid di Indonesia
https://jurnalalmarisah.inbitef.ac.id/index.php/prosiding/article/view/51
<p>Demam tifoid merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri <br>Salmonella Typhii pada salauran pencernaan sehingga antibiotik menjadi <br>terapi utama. Antiobiotik menjadi kelompok terapi yang memiliki anggran <br>cukup tinggi di Rumah Sakit Tujuan penelitian ini, yaitu mengetahui jenis <br>terapi antibiotik dengan biaya yang paling ekonomis atau biaya yang paling <br>ekonomis. Metode yang digunakan yaitu literatur review melalui google <br>scholar. Artikel yang digunakan pada review ini merupakan artikel <br>yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Setelah melakukan <br>penelusuran artikel, didapatkan 3 artikel yang memenuhi kriteria inklusi <br>dan eksklusi sehingga dapat digunakan pada review ini. Terapi antibiotik <br>yang dibandingkan pada review ini, diantaranya seftriakson, sefiksim, <br>kloramfenikol, siprofloksasin, levofloksasin dan sefotaksim. Terapi <br>antibiotik yang memiliki biaya paling minimal yaitu seftriakson dengan <br>total rata-rata biaya per pasien sebesar Rp. 1.637.376</p>Baha UdinYusransyah YusransyahSurya Ahmaddhani
Hak Cipta (c) 2024 Baha Udin, Yusransyah Yusransyah, Surya Ahmaddhani
2024-01-182024-01-1811Uji Toksisitas Akut Ekstrak Buah Ketapang (Terminalia catappa L) Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)
https://jurnalalmarisah.inbitef.ac.id/index.php/prosiding/article/view/49
<p>Buah ketapang (Terminalia Catappa L) merupakan salah satu obat <br>tradisional yang mengandung antioksidan dan banyak digunakan oleh <br>masyarakat untuk mengobati penyakit diabetes mellitus. Buah ketapang <br>mengandung senyawa yang berkhasiat sebagai antidiabetes yaitu sianidin3-glukosida. Selain itu buah ketapang juga mengandung koriligan, asam <br>elagat, asam galat, dan pentosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui <br>efek toksisitas akut ekstrak buah ketapang dengan metode Brine Shrimp <br>Lethality Test (BSLT) terhadap larva udang Artemia salina Leach. Simplisia <br>buah ketapang di ekstraksi menggunakan metanol menggunakan metode <br>maserasi. Dilakukan skrining fitokimia diperoleh hasil bahwa ekstrak buah <br>ketapang mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, steroid. Selanjutnya <br>dilakukan pengujian toksisitas akut dengan metode Brine Shrimp Lethality <br>Test (BSLT) untuk menentukan nilai LC50 pada konsentrasi 10, 20, 30 40 <br>dan 50 ppm serta kontrol negatif. Pengamatan terhadap kematian Artemia <br>salina Leach diamati selama 24 jam. Hasil analisis data menggunakan <br>metode analisis probit, dimana diperoleh hasi uji toksisitas akut ekstrak <br>etanoI dengan nilai LC50 yaitu 14,78 µg/ml, sehingga dapat disimpulkan <br>bahwa ekstrak buah ketapang memiliki niIai toksisitas daIam kategori <br>toksik terhadap larva Artemia salina Leach.</p>Maulita IndrisariAndi PaluseriSiti RahimahNur KhairiLukman MusliminGracia Cindy Gloria
Hak Cipta (c) 2024 Maulita Indrisari, Andi Paluseri, Siti Rahimah, Nur Khairi, Lukman Muslimin, Gracia Cindy Gloria
2024-01-182024-01-1811Uji Efektivitas Formulasi Pasta Gigi Getah Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) Terhadap Bakteri Streptococcus mutans
https://jurnalalmarisah.inbitef.ac.id/index.php/prosiding/article/view/47
<p>Getah jarak pagar (Jatropha curcas L.) merupakan salah satu tanaman <br>yang banyak digunakan sebagai pengobatan dan mengandung tanin <br>sebagai antibakteri yang dapat menghambat bakteri Streptococcus mutans <br>yang merupakan penyebab dari karies gigi. Penelitian ini bertujuan <br>untuk mengetahui konsentrasi paling efektif dalam menghambat bakteri <br>Streptococcus mutans dan memperoleh formula pasta gigi yang stabil <br>secara fisik. Pengujian aktivitas bakteri Streptoccous mutans dilakukan <br>menggunakan metode disc diffusion dengan MHA sebagai media <br>pertumbuhan bakteri, sedangkan untuk pengujian stabilitas sediaan <br>pasta gigi secara fisik dilakukan terhadap pengujian organoleptik, <br>homogenitas, pH dan viskositas yang kemudian dilanjutkan dengan uji <br>efektivitas menggunakan metode sumuran yang dilakukan terhadap <br>formula pasta gigi yang stabil. Dari hasil pengujian aktivitas diperoleh <br>diameter penghambatan pada konsentrasi 5%, 7%, dan 10% berturut-turut <br>diameternya 7,0 mm, 7,8 mm, dan 8,5 mm. Dari uji stabilitas secara fisik <br>terhadap formula pasta gigi yang ujikan didapatkan pasta gigi paling stabil <br>secara fisik yaitu formula III dengan konsentrasi Na-CMC sebesar 5% dan <br>hasil uji efektivitas terhadap formula III memberi penghambatan sebesar <br>14,04 mm. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa formula <br>pasta gigi getah jarak pagar efektif dalam menghambat pertumbuhan <br>bakteri Streptococcus mutans</p>Nur KhairiRadhia RiskiHerdayanti
Hak Cipta (c) 2024 Nur Khairi, Radhia Riski, Herdayanti
2024-01-182024-01-1811Pengaruh Pemberian Seduhan Serbuk Daun Insulin (Tithonia diversifolia (Hemsl.) A. Gray) Dan Daun Teh Hijau (Camellia sinensis L.) Terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus Putih Galur Wistar
https://jurnalalmarisah.inbitef.ac.id/index.php/prosiding/article/view/54
<p>Diabetes melitus adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan <br>peningkatan kadar glukosa darah Adapun pengobatan herbal untuk <br>mengobati penyakit diabetes salah satunya yang dapat dimanfaatkan <br>adalah daun insulin (Tithonia diversifolia (Hemsl.) A. Gray) dan daun teh <br>hijau (Camellia sinensis L.) yang berpengaruh dalam penurunan kadar <br>glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh <br>pemberian sediaan terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus putih <br>yang terinduksi glukosa. Penelitian menggunakan 15 ekor tikus putih <br>jantan galur wistar dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok <br>I kontrol negatif (Na.CMC 1%), kelompok II kontrol positif (Suspensi <br>Glibenklamid), kelompok III, IV dan V perlakuan air seduhan kombinasi <br>teh celup daun insulin (Tithonia diversifolia (Hemsl.) A. Gray) dan daun <br>teh hijau (Camellia sinensis L.) dengan dosis I (0,10395 g/BB), dosis II <br>(0,2079 g/BB), dosis III (0,4158 g/BB). Data penelitian yang diperoleh dari <br>pemeriksaan kadar glukosa darah puasa menit ke 30 setelah diinduksi <br>glukosa dan pada interval menit ke 15, 30, 60, 120 setelah pemberian <br>perlakuan pada masing-masing kelompok. Data dianalisis secara statistik <br>dengan One Way Anova untuk melihat perngaruh pernurunan kadar <br>glukosa antar kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukan seduhan <br>kombinasi teh celup daun insulin (Tithonia diversifolia (Hemsl.) A. Gray) <br>dan daun teh hijau (Camellia sinensis L.) dapat menurunkan kadar glukosa <br>darah tikus yang diinduksi glukosa. Dosis yang dapat menurunkan kadar <br>glukosa darah tikus putih galur wistar yaitu dosis III (0,4158 g/BB).</p>Nurul InsaniNia Marlina KurniaVina BuanawatiRenditya Ismiyati
Hak Cipta (c) 2024 Nurul Insani, Nia Marlina Kurnia, Vina Buanawati, Renditya Ismiyati
2024-01-182024-01-1811Perbandingan Aktivitas Ekstrak Etanol, Aseton, Etil Asetat dan n-heksan dari Sargassum polycystum Sebagai Agent Sun Protection
https://jurnalalmarisah.inbitef.ac.id/index.php/prosiding/article/view/45
<p>Pencarian bahan alam laut yang berpotensi sebagai tabir surya sehingga <br>dapat melindungi kulit dari radiasi sinar UV yang berasal dari matahari <br>sehingga dapat mencegah gangguan atau kerusakan kulit, sangatlah <br>penting dalam decade ini. Penetapan potensi tabir surya yang baik dapat di <br>lihat dari kemampuannya menyerap atau memantulkan sinar UV. Rumput <br>laut adalah tanaman tingkat rendah yang lebih dikenal dengan nama <br>talus. Salah satu jenis rumput laut adalah Sargassum polycystum (rumput <br>laut coklat) yang mengandung senyawa kimia yang dapat berpotensi <br>sebagai kandidat agen sun protection. Tujuan penelitian ini adalah untuk <br>mengetahui aktivitas ekstrak etanol, aseton, etil asetat dan n-heksan dari <br>Sargassum polycystum sebagai agen sun protection berdasarkan nilai SPF <br>menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Potensi tabir surya ditentukan <br>berdasarkan nilai transmisi eritema (%Te) dan transmisi pigmentasi <br>(%Tp) serta nilai Sun protection Factor (SPF), dengan panjang gelombang <br>290-320 nm yaitu panjang gelombang untuk sinar UV B. Hasil penelitian <br>diperoleh ekstrak etil asetat dengan konsentrasi 350 ppm memiliki nilai <br>SPF tertinggi yaitu 8 dengan kategori proteksi ekstra, sedangkan ekstrak <br>etanol pada konsentrasi 125 ppm dengan nilai SPF 1,4 tidak masuk kategori <br>karena nilai SPF yang sangat rendah. Ekstrak aseton dan n-heksan pada <br>konsentrasi 400 ppm memiliki nilai SPF tertinggi yaitu 2 dan 3.2 dengan <br>kategori proteksi minimal.</p>Fitriyanti Jumaetri SamiAmriani SaprabMarwatiSyamsu NurSitti HardinaJasty PatongloanAlfad Fadri
Hak Cipta (c) 2024 Fitriyanti Jumaetri Sami, Amriani Saprab, Marwati, Syamsu Nur, Sitti Hardina, Jasty Patongloan, Alfad Fadri
2024-01-182024-01-1811Uji Aktivitas Antioksidan Dan Toksisitas Ekstrak Metanol Hormophysa cuneiformis
https://jurnalalmarisah.inbitef.ac.id/index.php/prosiding/article/view/52
<p>Hormophysa cuneiformis merupakan salah satu jenis makroalga laut <br>cokelat yang memilki kandungan kimia dan bioaktivitas. Penelitian ini <br>bertujuan untuk mengetahui waktu optimum ekstraksi terbaik untuk <br>menghasilkan % rendemen yang maksimal, aktivitas antioksidan dan <br>toksisitas dari ekstrak metanol Hormophysa cuneiformis. Tahapan <br>penelitian ini, meliputi sampling dan preparasi makroalga, maserasi <br>Hormophysa cuneiformis, skrining fitokimia, pengujian aktivitas <br>antioksidan dengan metode DPPH (2,2 diphenyl-1-picrylhidrazyl) dan <br>uji toksisitas menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality <br>Test). Hasil penelitian ini diperoleh % rendemen ekstrak metanol <br>Hormophysa cuneiformis sebesar 6,76 % dengan waktu ekstraksi 72 <br>jam (tiga hari). Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak <br>metanol Hormophysa cuneiformis memiliki senyawa flavonoid dan <br>steroid. Hasil uji aktivitas antioksidan diketahui bahwa nilai IC50 <br>ekstrak metanol maserasi Hormophysa cuneiformis adalah 59,47 μg/<br>mL. Selanjutnya, hasil uji toksisitas diketahui nilai LC50 bahwa ekstrak <br>metanol maserasi Hormophysa cuneiformis sebesar 217,859 μg/mL.</p>Riong Seulina PanjaitanRony Tua SimbolonYulius Evan Christian
Hak Cipta (c) 2024 Riong Seulina Panjaitan, Rony Tua Simbolon, Yulius Evan Christian
2024-01-182024-01-1811Kajian Pola Pengobatan Congestive Heart Failure (CHF) Terhadap Kejadian Adverse Drug Reaction (ADR) Di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin Makassar
https://jurnalalmarisah.inbitef.ac.id/index.php/prosiding/article/view/43
<p>Congestive heart failure (CHF) merupakan ketidakmampuan jantung <br>untuk memompa darah dalam memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh <br>sehingga dibutuhkan penanganan yang tepat agar tidak berpotensi terjadi <br>Adverse Drug Reaction (ADR). Penelitian ini bertujuan mengkaji pola <br>pengobatan yang dapat menyebabkan kejadian Adverse Drug Reaction <br>(ADR) pada pasien Congestive Heart Failure (CHF) Di RS Pendidikan <br>Universitas Hasanuddin Makassar. Penelitian ini bersifat deskriptif <br>kuantitatif berdasarkan data rekam medik pasien rawat inap sebanyak <br>32 periode 2020-2021. Analisis kejadian ADR untuk menilai tingkat <br>probabilitas digunakan skala Naranjo. Hasil penelitian pada pasien CHF <br>ditemukan 17 kejadian ADR berdasarkan pola pengobatan paling banyak <br>digunakan obat golongan Diuretik, golongan Nitrat, golongan ACE-I serta <br>Antiplatelet. Adapun obat yang diduga dapat menyebabkan ADR yaitu <br>obat golongan ACE-I, ARB serta Diuretik sehingga dari hasil penilaian <br>kausalitas terhadap pasien yang mengalami ADR didapatkan (43,7%) <br>termasuk dalam kategori probable dan (9,4%) termasuk dalam kategori <br>possible ADR sehingga dapat disimpulkan bahwa pola pengobatan CHF <br>dapat berpotensi terjadinya Adverse Drug Reaction (ADR).</p>Suwahyuni MusaDewi PurwaningsihAstiti Aulia Latamac
Hak Cipta (c) 2024 admin admin
2024-01-162024-01-1611Penambatan Molekuler Senyawa Turunan Fenolik Minyak Atsiri Cengkeh Syzygium aromaticum Sebagai Inhibitor Gtf Streptococcus mutans
https://jurnalalmarisah.inbitef.ac.id/index.php/prosiding/article/view/50
<p>Streptococcus mutans merupakan bakteri gram positif yang dapat <br>menimbulkan plak yang berada pada permukaan gigi dalam bentuk biofilm. <br>Bakteri Streptococcus mutans berperan dalam pembentukan biofilm <br>dan menghasilkan enzim glukosiltransferase yang dapat mengkatalisis <br>pembentukan extracellular polysaccharides (EPS). Penelitian ini bertujuan <br>mengetahui efektivitas senyawa eugenol, caryophyllene dan eugenol acetate <br>dari cengkeh Syzygium aromaticum (L.) Merr. & L.M.Perry terhadap <br>inhibisi glukosiltransferase pada S. mutans melalui penambatan molekuler. <br>Adapun metode yang digunakan dalam penelitian adalah preparasi ligan <br>dan reseptor, penambatan molekuler dan visualisasi hasil penambatan <br>molekuler. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai <br>energi bebas ikat, jenis pengikatan, residu asam amino, serta visualisasi <br>ligan secara 3D dan 2D.</p>Arafah NurfadillahNur Insani AmirAsriyani Selpi
Hak Cipta (c) 2024 Arafah Nurfadillah, Nur Insani Amir, Asriyani Selpi
2024-01-182024-01-1811Kajian Penggunaan Antibiotik pada Neonatus Intensive Care Unit di Rumah Sakit Dr. Tajuddin Chalid Makassar
https://jurnalalmarisah.inbitef.ac.id/index.php/prosiding/article/view/48
<p>Penggunaan antibiotik merupakan salah satu terapi yang digunakan pada <br>bayi di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dalam kondisi bayi berat <br>lahir rendah dan bayi lahir prematur. Penelitian ini bertujuan untuk <br>mengkaji profil dan ketepatan penggunaan antibiotik pasien NICU di <br>salah satu rumah sakit pemerintah di makassar dalam kurun waktu <br>November-Desember 2023. Penelitian ini merupakan penelitian yang <br>dilakukan secara retrospektif dengan menggunakan data rekam medis <br>sebagai sumber data penelitian. Seluruh informasi yang diperoleh dari <br>pasien NICU yang menggunakan antibiotik dan masuk dalam kriteria <br>inklusi dan ekslusi dianalisis secara deskriptif. Dari total 82 pasien <br>dilibatkan dalam penelitian ini. Penggunaan antibiotik terdiri dari 45 <br>kali penggunaan antibiotik tunggal dan 32 kali penggunaan antibiotik <br>kombinasi. Ampisillin merupakan antibiotik tunggal yang paling banyak <br>digunakan sedangkan penggunaan antibiotik kombinasi terbanyak adalah <br>penggunaan kombinasi sefotaksim dan gentamisin. Dari total seluruh <br>pasien, hanya terdapat 63 pasien dengan diagnosis infeksi dan hanya <br>20 pasien (31,74%) yang mendapat terapi antibiotik yang tepat. Proses <br>pergantian terapi didominasi oleh proses de-eskalasi yaitu sebesar 37,5%. <br>Berdasarkan analisis kompatibilitas terdapat banyak percampuran sediaan <br>antibiotik intravena yang tidak dapat di klasifikasikan compatible atau not <br>compatible akibat tidak tersedianya informasi terkait. Analisis ketepatan <br>dilakukan pada 63 orang pasien dengan hasil kajian sebagian besar pasien <br>belum mendapatkan terapi tepat pada seluruh aspek penilaian meliputi <br>jenis, dosis, dan ketepatan.</p>FajriansyahAndi PaluseriMuhammad Fajri Eka Putra
Hak Cipta (c) 2024 Fajriansyah, Andi Paluseri, Muhammad Fajri Eka Putra
2024-01-182024-01-1811Pengaruh Kombinasi Polimer Natrium Karboksimetilselulosa dan Carbopol 940 Terhadap Sifat Fisik Granul Mukoadhesif Ekstrak Daun Kelor (Morienga Oleifera L)
https://jurnalalmarisah.inbitef.ac.id/index.php/prosiding/article/view/55
<p>Daun kelor (Moringa oleifera L.) mengandung alkaloid, saponin, <br>flavonoid, tanin, steroid, glikosida, minyak, dan lemak. Tujuan penelitian <br>ini adalah untuk membuat sediaan granul mukoadhesif dari ekstrak daun <br>kelor (Moringa oleifera L.) yang mampu memenuhi standar evaluasi fisik, <br>khususnya evaluasi daya mukoadhesif, dengan tujuan meningkatkan <br>efektivitas dan memperpanjang waktu sediaan di usus. Dalam penelitian <br>ini, pelarut etanol 70% digunakan untuk memperoleh ekstrak melalui <br>metode maserasi. Sembilan formula dibuat dari granul mukoadhesif, <br>masing-masing dengan konsentrasi yang berbeda. Hasil evaluasi fisik <br>menunjukkan bahwa formula 1, 2, dan 3 menggunakan polimer tunggal <br>carbopol 940, formula 4, 5, 6 menggunakan kombinasi polimer natrium <br>karboksimetilselulosa dan carbopol 940, dan formula 7, 8, 9 menggunakan <br>polimer tunggal natrium karboksimetilselulosa. Menurut hasil evaluasi <br>fisik, formula 4, 5, 6 memenuhi syarat evaluasi granul dan dapat melekat <br>pada lapisan biologis usus selama lebih dari dua jam.</p>Michrun NisaYuri Pratiwi UtamiIsmailRahimaMaria UlfaFransisca Yolanda
Hak Cipta (c) 2024 Michrun Nisa, Yuri Pratiwi Utami, Ismail, Rahima, Maria Ulfa, Fransisca Yolanda
2024-01-182024-01-1811Pengaruh Fosfolipid Dan Surfaktan Terhadap Karateristik Fisik Transfersom Ekstrak Rimpang Lakka-Lakka (Curculigo orchioides Gaertn.)
https://jurnalalmarisah.inbitef.ac.id/index.php/prosiding/article/view/46
<p>Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh perbandingan fosfolipid <br>dan surfaktan terhadap karakteristik fisik transfersom fraksi etil asetat <br>rimpang lakka lakka (Curcuigosida orchioides Gaertn.). Rimpang lakka <br>lakka diekstraksi menggunakan etanol 70% dan dilanjutkan dengan <br>ekstraksi cair-cair hingga diperoleh fraksi etil asetat. Adapun tujuan <br>dilakukan peneitian ini untuk mengetahui perbandingan soya lechitin <br>sebagai fosfolipid dan tween 80 sebagai surfaktan yang dapat membentuk <br>transfersom, serta untuk mengetahui pengaruh perbandingan soya lechitin <br>dan tween 80 terhadap karakteristik fisik transfersom fraksi etil asetat <br>rimpang lakka lakka. Formulasi transfersom dibuat dengan metode hidrasi <br>lapis tipis, dengan menggunakan variasi perbandingan soya lechitin dan <br>tween 80 yaitu F1 (80% : 20 %), F2 (70% : 30 %) dan F3 (60% : 40%). <br>Bentuk transfersom dilihat menggunakan mikroskop optik dengan ukuran <br>partikel dan indeks polidispersitas diukur menggunakan Particle Size <br>Analyzer (PSA) serta pengukuran kadar curculigosida yang terjerap pada <br>transfersom diukur dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada <br>panjang gelombang 282 nm. Hasil yang diperoleh F2 (70% : 30%) dengan <br>bentuk yang sferis dan beraturan, memilliki ukuran partikel 222,2 nm <br>dengan indeks polidispersitas 0,437 kategori monodispers menunjukkan <br>efisiesi pejerapan optimum transfersom 91,87%.</p>Nurul Arfiyanti YusufAisyah FartmawatyAmria
Hak Cipta (c) 2024 Nurul Arfiyanti Yusuf, Aisyah Fartmawaty, Amria
2024-01-182024-01-1811Uji Mutu Fisik Formulasi Sediaan Toner Liofilisat Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.)
https://jurnalalmarisah.inbitef.ac.id/index.php/prosiding/article/view/53
<p>Buah belimbing (Averrhoa bilimbi L.) mengandung senyawa dengan <br>aktivitas antioksidan antara lain flavonoid, saponin, fenolik, dan asam <br>sitrat yang menghambat reaksi radikal bebas. Sediaan herbal merupakan <br>sediaan aman yang dapat memberikan efek menenangkan, menyejukkan <br>dan astringen pada wajah. Toner wajah melengkapi pembersihan wajah <br>untuk menghilangkan minyak berlebih dari wajah. Tujuan dari penelitian <br>ini adalah untuk menghasilkan formulasi toner dari ekstrak liofilisasi <br>belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) pada konsentrasi ekstrak 1%, 2%, <br>3%, dan menguji stabilitas fisik formulasi toner pada suhu ruang selama 3 <br>minggu. Metode penelitian ini menggunakan metode freeze-drying untuk <br>menghasilkan ekstrak beku-kering. Dari hasil penelitian diperoleh uji sifat <br>fisik berupa uji sensori, homogenitas, kejernihan, pH, berat jenis, volume <br>transfer, dan lain-lain, menunjukkan bahwa semua formulasi memiliki <br>sifat fisik yang baik sebelum dan sesudah penyimpanan.</p>Maria UlfaTuti HandayaniMayanti Lisu Allo
Hak Cipta (c) 2024 Maria Ulfa, Tuti Handayani, Mayanti Lisu Allo
2024-01-182024-01-1811Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Temu Putih (Curcuma zedoaria) dengan metode DPPH
https://jurnalalmarisah.inbitef.ac.id/index.php/prosiding/article/view/44
<p>Tanaman temu putih (Curcuma zedoaria) salah satu tanaman di Indonesia <br>yang sering dikomsumsi masyarakat sebagai pengobatan karena dipercaya <br>mampu menyembuhkan beberapa penyakit. Temu putih merupakan famili <br>Zingiberaceae yang kaya akan metabolit sekunder, khususnya senyawa <br>curcumin yang diketahui sebagai obat dari salah satu penyakit paling <br>berbahaya di dunia, yaitu kanker rahim. Tujuan penelitian ini yaitu untuk <br>mengetahui ekstrak daun temu putih mengandung senyawa yang memiliki <br>aktivitas antioksidan. Ekstraksi daun temu putih diperoleh dengan <br>metode maserasi menggunakan etanol 70%. Skrining senyawa kimia <br>dengan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) untuk menentukan <br>kelompok senyawa aktif dalam ekstrak. Senyawa metabolit sekunder <br>pada ekstrak daun temu putih yaitu steroid dan tanin. Uji aktivitas <br>antioksidan menggunakan metode perendaman DPPH diukur serapan <br>pada panjang gelombang 516 nm dan dibandingkan dengan kekuatan <br>kuarsetin antioksidan. Hasil uji antioksidan diperoleh hasil dengan nilai <br>IC50 sebesar 85,56 µg/mL yang menunjukkan ekstrak daun temu putih <br>memiliki antioksidan dengan kategori kuat. Kesimpulan yang dapat ditarik <br>dari hasil penelitian tersebut adalah kekuatan antioksidan ekstrak etanol <br>temu putih lebih rendah dibanding kuarsetin.</p>Hamdayani Lance AbidinAstuti AminNurlaela
Hak Cipta (c) 2024 Hamdayani Lance Abidin, Astuti Amin, Nurlaela
2024-01-182024-01-1811